Pemilik Pabrik Kain Spunbond Menjadi Sponsor Petani Menghadapi Hama Wereng

Pemilik Pabrik Kain Spunbond Menjadi Sponsor Petani Menghadapi Hama Wereng – T ahun ini pemerintah meminta petani padi, khususnya yang lahannya beririgasi, meningkat – kan indeks pertanaman (IP) menjadi 300%. Artinya, petani dianjurkan menanam padi tiga kali setahun. Na – mun, perubahan pola tanam ini disertai tidak serempaknya pe – nanaman sehingga mendatang kan musibah mele dak nya serangan we – reng batang cokelat (WBC) di mana-mana. Sogol Samsul (57 tahun), peta ni di Dusun Tani B, Desa Sido dadi Ramunia, Kec. Beringin, Kab. Deli Serdang, Sumut, meng ung kapkan hal tersebut. “Se rang an wereng baru tahun ini meledak.

Biasanya ada, tetapi ter kendali. Jadi, terjadi – nya le dak an hama wereng karena ta nam nggak se rentak sehingga yang panen du luan hama we reng – nya migrasi ke tempat yang baru tanam. Siklus hama itu nggak terputus, sambung menyambung pindah me nye rang ke tanaman yang muda,” ujarnya ketika dikonfirmasi. Namun Ketua Kelompok Tani Sejah – tera tersebut bersyukur, tanaman padi miliknya dan kelompoknya selamat dari serbuan WBC musim ini. “Bisa dibilang dari 400 ha milik kelompok, 90% bisa panen,” cetus Sogol, pemilik lahan 0,5 ha ini.

Apa rahasianya? Sekolah Lapang dan Produk Kesuksesan pengendalian wereng, menurut Sogol, berkat Sekolah La – pang Agricon (SLA) yang digelar di Desa Sidodadi Ramunia untuk para petani pada Mei 2017. Petani diajak mengelola tanaman padinya dengan benar termasuk dalam mengendalikan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) utama padi, yaitu WBC. Jadi, walaupun ada yang mati, hitung – annya masih sedikit. Sampai saat ini padi untuk Kec. Beringin, khususnya Desa Sidodadi, aman terkendali,” tandas putra Jawa kelahiran Sumatera ini. Petani di sana menanam varietas In – pari 32 dan menerapkan budidaya Sys – tem of Rice Intensification (SRI) de – ngan sistem tanam jajar lowo 4:1. Di sekeliling pertanaman padi, mereka ta – nami bunga pukul delapan (refugia) se ba gai tempat berkembangnya musuh alami wereng.

Terkait pengendalian wereng, “Lang – kah utama yang kami lakukan adalah pengamatan di lapangan, apakah vertikal, horisontal, atau diagonal. Setelah kita amati, hama apa yang menyerang lalu kita putuskan mengendalikan,” terangnya. Sogol dan rekan-rekan pe – taninya mengamati pertanaman milik 11 anggota kelompok tani yang ada di desanya. Dosis dan Cara Untuk mengendalikan wereng, So gol dan petani lain menuruti rekomendasi PT Agricon menggunakan insektisida Tenchu 20 SG. Dosis nya, “Satu sachet 25 g dilarutkan da – lam satu tangki air berisi 14 li ter untuk luasan satu rante (400 m2),” tutur lelaki yang bertani sedari muda ini. Keunggulan Tenchu 20 SG di – bandingkan insektisida pengendali wereng lain, menurut Sogol, adalah dapat mengendalikan se – cara tuntas. Kerjanya secara kontak dan sistemik (racun lambung). Jadi, “Wereng yang tersemprot langsung 5 menit mati. Tapi yang nggak kena, 3-4 hari akan mati juga,” katanya.

Agar tepat mengenai sasaran, me nurut petani modern tersebut, nozel semprot diturunkan ke ba – wah sampai 10-15 cm di atas permukaan tanah antara air dan rum – pun padi. Alasannya, wereng menyerang di batang bagian bawah tanaman padi. Dengan cara-cara itu, serangan wereng yang merebak saat umur 60 hari ketika malai mulai keluar bisa ditekan. Karena serangan terjadi lagi, umur 75 hari apli – kasi Tenchu 20 SG kembali dilakukan. Dia berharap, padinya yang kini sudah mulai menguning bisa dipanen setelah perayaan kemerdekaan RI nanti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *