Penyebab Anyang-anyangan Dan Cara Mengatasinya

Begini Cara mengatasi Anyang Anyangan

• Minum air mineral yang cukup setiap harinya, minimal 3 liter setiap harinya.

• Jangan menunda membuang air kecil, usahakan untuk buang kecil langsung saat muncul keinginan untuk buang air kecil.

• Buang air kecil sesudah melakukan hubungan intim

• Membersihkan kelamin setelah buang air, untuk wanita bersihkan dari depan kebelkang, bukan sebaliknya dari belakang kedepan, kemudian mengeringkanya dengan tisu atau kain kering yang bersih, karena bakteri lebih cepat berkembang pada area yang lembab.

Sudah cukup jelas bagaimana infeksi saluran kemih menjadi akibat adanya bakteri E Coli.

Sekarang simak bagaimana cara mengatasi anyang-anyangan dengan bahan alami dan juga dengan obat dari apotik.

1. Dengan Bahan Alami

Untuk anda yang lebih mengandalkan pengobatan herbal daripada pengobatan dengan obat dari apotik, mungkin dikarenakan alergi pada obat atau hal lainnya, anda bisa coba dengan bahan alami berikut.

• Daun Kumis Kucing

Pengobatan herbal dengan daun kumis kucing cukup populer di Indonesia, salah satunya dalam pengobatan gejala anyang-anyangan. Caranya cukup mudah: ambil beberapa helai daun kumis kucing bersihkan lalu keringkan.

Setelah daun kumis kucing mengering, rebuslah pada air mendidih kemudian saring dan minumlah setelah dingin, atau jika anda tidak tahan dengan rasa pahit bisa juga dicampurkan gula jawa secukupnya.

• Daun Sirih

Daun sirih cukup dikenal sebagai anti bakteri, dan bisa juga untuk pengobatan gejala anyang-anyangan, caranya cuci daun sirih kemudia rebus.

Air rebusan dari daun sirih gunakan untuk memebersihkan alat kelamin anda atau berendamlah dengan air rebusan daun sirih, dan lebih maksimal hasilnya jika air rebusan daun sirih masih dalam kondisi hangat.

Selain membunuh bakteri pada alat kelamin, juga berfungsi mencegah munculnya kembali bakteri, dan juga menyembuhkan luka akibat anyang-anyangan.

• Apel dan Cuka Apel

Buah apel cukup mudah untuk anda temui, selain kandungan vitaminnya yang tinggi ternyata juga bisa membantu menyembuhkan gejala anyang-anyangan. Cukup konsumsi apel setiap harinya, atau juga bisa dengan mengonsumsi cuka apel.

Cuka apel bisa dikonsumsi langsung tanpa campuran apapun, minimal satu sendok setiap harinya, atau bisa dicampur dengan madu.

• Jeruk nipis

Jeruk nipis yang kaya akan kandungan anti-bakteri dan juga vitamin C cukup ampuh dalam penyembuhan anyang-anyangan.

Peras beberapa buah jeruk nipis, kemudian seduh dengan air panas, konsumsi setealh dingin.

Jika ingin menambahkan gula untuk mengurangi rasa asam juga bisa, campurkan dengan gula secukupnya dan konsumsi, untuk hasil yang maksimal minum satu gelas setiap harinya.

Langkah-Langkah Persiapan Mengeikuti GMAT Test

Kami menawarkan berbagai program persiapan GMAT test Jakarta.

Berbagai persiapan GMAT telah berhasil disiapkan. Bagi calon siswa yang ingin bergabung bisa memilih persiapan GMAT secara umum maupun persiapan secara pribadi.

Preparation GMAT Test telah terbukti efektif meningkatkan tingkat skor peserta.

Persiapan GMAT Test di Kami memiliki paket yang fokus pada peningkatan keterampilan tes kalian.

Memberikan contoh soal yang nyata dan latar belakang yang relevan. Disini kalian akan mendapatkan Persiapan Dasar untuk pemula yang dapat diakses oleh semua.

Program ini memperkenalkan bagi peserta untuk keterampilan tes verbal serta matematika dasar dan berlanjut dengan koleksi besar masalah praktek GMAT.

Program Persiapan Dasar pada  untuk GMAT memiliki target skor di kisaran 550 – 600.

Semua Program Persiapan GMAT didukung oleh materi kursus telah dikembangkan di lembaga kami.

Materi kursus dan soal latihan telah bersumber dari berbagai macam serta mencakup berbagai pertanyaan GMAT yang sebenarnya.

Untuk memahami kalian, begini langkah-langkah untuk mengambil GMAT test :

Buatlah keputusan kapan kalian akan mengambil sekolah bisnis.
Misalnya kalian akan mengambilnya 1-2 tahun mendatang, maka carilah informasi yang kalian butuhkan.

Perhatikan batas waktu dan syarat yang dibutuhkan untuk mengambil sekolah bisnis tersebut.

Jika kalian akan mengambil sekolah bisnis 3-5 tahun ke depan? Cari tahu informasi tentang benefit dari belajar di sekolah bisnis serta dengarkan cerita dari para mahasiswa mengenai pentingnya GMAT.

Daftar untuk tes GMAT dan mulai buat schedule jadwal belajar.

Kalian bisa daftar lebih awal ke sekolah bisnis tujuan Anda. Semakin awal anda mendaftarkan maka semakin banyak pilihan tanggal untuk GMAT Test.

Berlatih dengan contoh soal

Anda dapat mulai belajar dengan mengerjakan berbagai tipe soal yang berbeda. Gunakanlah buku GMAT preparation untuk melihat keterampilan apa saja yang perlu anda latih.

Mulai belajar

Buatlah rencana belajar yang sesuai dengan gaya hidup Anda. Cobalah Anda mulai melakukan simulasi tes GMAT dengan mengerjakan soal tidak menggunakan air, makanan dan musik.

Jangan lupa gunakan timer untuk melihat berapa lama waktu yang dikalian tempuh untuk mengerjakan soal.

Perhatikan kemajuan kalian dan terus belajar

Dengan berlatih menggunakan soal-soal yang sebenarnya apakah kemampuan kalian terus berkembang? Ukur terus kemampuan yang kalian miliki dan terus belajar.

Bersiaplah untuk melakukan tes

Apabila Anda sudah mempersiapkan diri dengan penuh keyakinan, maka saatnya untuk Anda mendaftar tes GMAT.

Pastikan Anda sudah siap dengan apa saja yang diperlu dilakukan dan dibawa pada saat tes berlangsung. Jaga kesehatan sehingga Anda akan fresh pada saat ujian.

Agar Tak Kesepian di Era Digital Bagian 2

JALIN KOMUNIKASI

Hasil riset Crowdtap juga mengungkapkan bahwa 20% para orangtua milenial memiliki masalah dalam interaksi sosial mereka. Permasalahan yang kerap terjadi ini sedikit banyak dapat merenggangkan ikatan keluarga, terutama antara orangtua dan anak. Di era kecanggihan teknologi, komunikasi tatap muka sepertinya sudah menjadi nomor dua. Kebanyakan individu cenderung menggunakan sarana teknologi dalam berkomunikasi. Padahal dengan komunikasi dua arah atau tatap muka, selain menciptakan bonding, kita juga akan lebih bisa menggali apa yang ingin diketahui anak, apa yang ingin diceritakan, atau masalah apa yang dihadapinya.

“Penting bagi orangtua generasi milenial bahwa di dunia nyata kemampuan berkomunikasi tetap diperlukan. Dengan demikian mereka tidak hanya fokus pada kehidupan di dunia maya saja. Kitalah yang harus memulai komunikasi, terutama dengan anak, di dunia nyata. Bila hal ini seimbang, akan berimbas positif juga pada anak,” tandas Gisella. Komunikasi yang intens (tentu di dunia nyata), memungkinkan orangtua menanamkan nilai­nilai positif pada anak. Ya, di zaman apa pun kita berada, dalam hidup bermasyarakat kita harus selalu dibekali oleh nilai­nilai.

Adalah menjadi tugas orangtua untuk menjelaskan mana yang boleh dan tidak, mana yang positif dan negatif dari setiap akses teknologi yang digunakan anak. Meski terdengar klise nilainilai agama, etika, serta akhlak yang baik tetap menjadi benteng bagi pengaruh negatif yang muncul di setiap zaman. “Kelak, tanpa didampingi pun dengan nilai­nilai yang kuat, anak akan bertanggung jawab terhadap dirinya. Otomatis ada kontrol dari dalam diri yang menentukan apakah ia memilih yang baik atau buruk, yang positif atau negatif,” urai Gisella. Akhir kata, kita orangtua harus berani mengambil peran dalam membentuk karakter positif anak generasi Alfa. Tentu kita semua berharap mereka akan menjadi generasi penerus yang membawa perubahan dan kemajuan bagi bangsanya

Agar Tak Kesepian di Era Digital

Apakan Mama dan Papa ter masuk orangtua generasi milenial? adalah sebutan lain bagi The millenialsGenerasi Y, generasi awal digital native yang lahir di rentang 1977 hingga 1997. Orangtua milenial masih sempat menikmati beberapa permainan tradisional di masa kecilnya. Iya, kan? Dan sudah mulai mengenal teknologi informasi ketika beranjak dewasa. Generasi Y inilah yang melahirkan Gen-A, generasi yang lahir saat teknologi informasi sudah sedemikian masifnya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, Gen-A memiliki ciri khas. Salah satunya, mereka lahir di tengah kepungan teknologi informasi.

Karena itulah menjadi orangtua bagi Gen-A memiliki tantangan tersendiri. Gen-A dalam hitungan sebentar saja, dapat menguasai teknologi canggih. Semakin disodori gadget, tentu mereka akan semakin senang. Inilah yang juga perlu dikritisi. Jangan sampai gadget menjadi “perwakilan” orangtua dalam mengasuh anak. Di saat kita sibuk, enggak mau diganggu anak, si kecil langsung kita sodori gadget. Atau kalau anak rewel, obat penawarnya adalah film kartun yang di-download di smartphone. Ini bukan solusi yang baik. Dikhawatirkan, akses informasi yang demikian terbuka memudahkan anak untuk membuka konten apa saja. Meski telah diupayakan pemblokiran, selalu saja ada celah untuk bisa masuk ke area terlarang, misalnya pornografi.

Baca Juga : Kursus IELTS Jakarta

PERLU KONSISTEN

Psikolog Gisella Tani Pratiwi melihat kelekatan Gen-A pada teknologi informasi ini sebagai dua sisi mata koin, bisa menjadi sisi positif dan negatif. “ Sepanjang ada pengawasan dari orangtua, banyak hal positif yang bisa kita manfaatkan dari teknologi ini, ” ujarnya. Menurut Gisella, orangtua milenial harus konsisten dalam menerapkan rambu-rambu pemakaian gawai pada anak Gen-A. “Kalau usianya masih 2 tahun ke bawah, saya setuju sekali untuk tidak dikenalkan dengan gadget. Jangan sampai anak jadi tidak tertarik di luar yang elektronik. Karenanya, stimulasi lain harus ada. Kalaupun anak sudah lebih besar, orangtua juga jangan cuma menyodorkan gadget, lalu anak ditinggal. Perlu ada pedampingan pada anak dalam menggunakan sarana teknologi. Sekali lagi, jangan langsung memberikan sebagai alternatif pengasuhan. Kalau anak sedang bosan, doronglah untuk melakukan hal-hal kreatif yang bisa ia lakukan sendiri.”

DORONG SOSIALISASINYA

Salah satu poin penting dalam pengasuhan anak di era digital adalah mendorong anak untuk terus bersosialisasi di dunia nyata. Sebuah penelitian menyebutkan, Gen-A yang melek digital dan teknologi, diklaim lebih pintar dan cerdas dalam bidang akademis dan proses kreatif. Tetapi, anak-anak Gen-A diprediksi mengalami masalah kesepian lantaran jumlah saudaranya lebih sedikit, lebih banyak berinteraksi melalui teknologi, cenderung cuek bahkan bisa mengarah ke antisosial. “Itu sebabnya, anak perlu dihindari dari perilaku terpaku hanya pada gadget. Saya menyarankan, untuk usia balita, janganlah dulu diperkenalkan dengan internet. Tapi memang agak sulit karena sekarang ini malah anak-anak balita senangnya nonton YouTube.

Televisi sudah tidak diandalkan lagi. Solusinya, ya, ketika anak sudah mulai mengonsumsi internet, beri contoh penggunaan yang bijak. Yang jelas, porsinya harus seimbang dengan kegiatan-kegiatan lain yang sifatnya non-elektronik,” saran Gisella. Psikolog ini menyarankan orangtua agar anak-anak Gen-A didorong untukmelakukan sosialisasi sederhana. Misalnya, bermain dengan anak tetangga, berkunjung ke rumah saudara, menginap di rumah sepupu, dan sebagainya. Sosialisasi di dunia nyata punya manfaat, setidaknya mengurangi kemungkinan anak terpapar intimidasi orang dewasa di internet. Menurut survei ini, anak-anak dan remaja memang menjadi sasaran empuk kejahatan online. “Makanya, sangat tidak bijak hanya membiarkan anak melulu di depan komputer atau gadget. Mereka justru harus didorong untuk beraktivitas lain, seperti bermain di luar, atau bersosialisasi dengan teman.”

Mengasah kemampun bersosialisasi juga sekaligus mengasah emosinya. Misalnya, bagaimana bersikap ketika menghadapi teman yang jahil. Bersosialisasi juga mengurangi anak untuk tidak terlalu banyak berkutat dengan teknologi sehingga aktivitasnya jadi seimbang. Bila memungkinkan, libatkan Gen­A pada suatu komunitas kegiatan sehingga semua kemampuannya terasah baik komunikasi, sosialisasi, dan emosi.